This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label PENGAWAS SEKOLAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGAWAS SEKOLAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2024

Dinas Pendidikan Menggelar Sosialisasi Pengelolaan E-Kinerja Melalui PMM Dengan Kolaboirasi BBGP dan Pengawas TK, SD, SMP

Bapak Drs. Wahono Sekdin Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan mengawali dan membuka kegiatan Sosialisasi Pengelolaan E-Kinerja Melalui PMM memberikan arahan sekaligus membuka acara. Pada kesempatan ini Bapak Drs. Wahono selaku Sekdin memberikan beberapa arahan dalam pelaksanaan Penilaian dan Penetapan Pengelolaan E-Kinerja PMM Kepala Sekolah harus benar benar secara obyektif.

Pengelolaan Melalui Pemantauan dan Penilaian (PMM). Dalam pertemuan ini, kita akan menjelajahi berbagai strategi dan praktik terbaik untuk efektif mengelola sumber daya dan proyek dengan menggunakan pendekatan PMM. Mari kita bersama-sama mendalami konsep ini dan menerapkannya dalam lingkungan kerja kita untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Dengan penuh semangat, marilah kita bersama-sama memulai sesi sosialisasi tentang Pengelolaan Melalui Pemantauan dan Penilaian (PMM). PMM bukan hanya sekadar sebuah metode, tetapi juga sebuah filosofi yang mendasari cara kita memandang dan mengelola proyek serta sumber daya. Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat memperkenalkan Anda pada konsep-konsep utama PMM dan bagaimana penerapannya dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja dalam lingkungan kerja kita. Mari kita mulai dengan memperkuat pemahaman kita bersama tentang pentingnya PMM dalam mencapai tujuan organisasi.







Pelaksanaan pengelolaan ekinerja atau sistem evaluasi kinerja berbasis elektronik memiliki harapan dan tujuan yang signifikan dalam konteks manajemen sumber daya manusia dan organisasi. Berikut adalah beberapa harapan utama dari pelaksanaan pengelolaan ekinerja:

  1. Transparansi dan Akuntabilitas:

    • Sistem ekinerja diharapkan mampu meningkatkan transparansi dalam penilaian kinerja pegawai. Dengan adanya sistem yang jelas dan terdokumentasi, setiap individu dapat mengetahui kriteria penilaian dan hasil evaluasi mereka secara transparan.
    • Akuntabilitas juga meningkat karena setiap keputusan terkait kinerja dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.
  2. Efisiensi dan Efektivitas:

    • Proses evaluasi kinerja menjadi lebih efisien karena pengurangan dokumen manual dan otomasi tugas-tugas administrasi.
    • Penilaian kinerja dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat waktu, memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan pengembangan pegawai.
  3. Data yang Akurat dan Real-Time:

    • Sistem ekinerja memungkinkan pengumpulan data yang lebih akurat dan up-to-date. Data kinerja yang tersedia secara real-time membantu manajemen dalam pengambilan keputusan strategis.
  4. Pengembangan SDM yang Terarah:

    • Dengan sistem evaluasi yang terstruktur, organisasi dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pegawai secara lebih tepat. Hal ini memungkinkan program pelatihan dan pengembangan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan.
  5. Peningkatan Motivasi dan Produktivitas:

    • Sistem yang adil dan transparan diharapkan dapat meningkatkan motivasi pegawai karena mereka merasa usaha mereka diakui dan dinilai secara objektif.
    • Peningkatan motivasi ini diharapkan akan berujung pada peningkatan produktivitas kerja.
  6. Pengukuran Kinerja yang Lebih Obyektif:

    • Dengan menggunakan metrik dan indikator kinerja yang jelas, penilaian kinerja menjadi lebih objektif dan tidak bias.
    • Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan merata.
  7. Penyesuaian dengan Teknologi dan Inovasi:

    • Pengelolaan ekinerja diharapkan mampu mendorong penggunaan teknologi dalam manajemen sumber daya manusia, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.
    • Organisasi dapat lebih adaptif dan inovatif dalam mengelola kinerja dan mengembangkan sumber daya manusia mereka.

Dengan berbagai harapan ini, implementasi pengelolaan ekinerja diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi organisasi, baik dari segi peningkatan kinerja individu maupun keseluruhan organisasi.




Jumat, 31 Mei 2024

Mengapa Transformasi Peran Pengawas Sekolah Dibutuhkan?

Mengapa Transformasi Peran Pengawas Sekolah Dibutuhkan?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya menjalankan transformasi pendidikan untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia melalui serangkaian paket episode kebijakan Merdeka Belajar. Kebijakan Merdeka Belajar Episode ke-15 membahas mengenai optimalisasi tugas dan fungsi pengawas sekolah. Episode tersebut bertujuan untuk mewujudkan layanan pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada peserta didik.

Dalam episode tersebut, perubahan paradigma peran pengawas sekolah menjadi salah satu agenda perubahan yang diperlukan untuk mendukung langkah transformasi untuk mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui siklus pendampingan. Pendampingan yang dimaksud adalah kegiatan Pengawas Sekolah membersamai Kepala Sekolah dalam peningkatan kapasitas dan mutu layanan Satuan Pendidikan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menggunakan strategi serta metode yang relevan.

Lewat peran yang baru ini, pengawas sekolah diharapkan untuk semakin menguatkan kontribusi aktifnya dalam membersamai kepala sekolah meningkatkan komitmen perubahannya. Dengan demikian, pendampingan yang dijalankan oleh pengawas sekolah bisa lebih berdampak dengan mendorong kesadaran refleksi dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah dengan tujuan utama peningkatan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.

Apa Dasar Keberlakuan Peran Pendampingan Pengawas Sekolah?

Disahkannya Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 4831/ B/HK.03.01/2023 tentang Peran Pengawas Sekolah dalam Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar pada Satuan Pendidikan menandai babak baru bagi transformasi Pengawas Sekolah.

Kebijakan ini lahir dari inisiatif mengembangkan pilihan metode kerja bagi pengawas sekolah, sebagaimana diatur dalam Pasal 9 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, sehingga peran pengawas sekolah semakin selaras dengan arah visi kebijakan

Merdeka Belajar.

Peraturan Direktur Jenderal tersebut menjadi landasan hukum tentang tata cara pelaksanaan peran Pengawas Sekolah yang baru. Bersamaan dengan itu, ditetapkannya Peraturan Direktur

Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tersebut mendelegasikan amanat kepada direktorat teknis terkait untuk mensosialisasikan peran pendampingan kepada seluruh pemangku kepentingan. 

Prinsip Pendampingan

Untuk memastikan pelaksanaan pendampingan selaras dengan transformasi peran pengawas sekolah, terdapat beberapa prinsip yang berfungsi sebagai rambu-rambu etika bagi Pengawas sekolah. Berikut merupakan prinsip-prinsip pendampingan:

  1. Profesional yaitu bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan pada Satuan Pendidikan.
  2. Terencana dan Strategis yaitu dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang terukur dalam waktu tertentu.
  3. Bertahap dan Mandiri yaitu dilakukan sesuai dengan kemampuan Satuan Pendidikan dan dilaksanakan melalui Komunitas Belajar.
  4. Kolaborasi yaitu dengan pelibatan Kepala Sekolah guru, tenaga kependidikan, dan warga Satuan Pendidikan untuk mencapai tujuan bersama.
  5. Asimetris yaitu dilaksanakan dengan memperhatikan perbedaaan kondisi, karakteristik, kebutuhan, serta kesiapan masing-masing Satuan Pendidikan dalam melaksanakan kurikulum pembelajaran.
  6. Kesetaraan yaitu dilaksanakan dengan membangun relasi setara (tidak hirarkis) antara Pengawas Sekolah dengan Kepala Sekolah dampingannya.
  7. Berbasis Evaluasi yaitu senantiasa dilakukan berdasarkan kajian atas area yang perlu diperbaiki sesuai hasil refleksi.

Siklus Pendampingan

Pengawas Sekolah dalam menjalankan kegiatan Pendampingan dilaksanakan dalam siklus pendampingan yang terdiri dari 4 tahap. Berikut merupakan visualisasi ringkas seluruh tahapan siklus pendampingan:

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Siklus Pendampingan Pengawas Sekolah, silakan lihat pada tautan berikut ini Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Siklus Pendampingan Pengawas Sekolah.